Diberdayakan oleh Blogger.
RSS

Laporan Protista

LAPORAN PRAKTIKUM BIOLOGI PROTISTA


Disusun Oleh :

1. Mulam Diratna P. (24)
2. Inna Solecha (17)
3. Kartika Dewi (20)
4. Wennes Fina (31)


DINAS PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN
SMAN 1 TALUN
TAHUN AJARAN 2009/2010






KATA PENGANTAR

Dengan mengucapkan puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa, yang telah melimpahkan taufik dan hidayahnya, sehingga kami dapat menyelesaikan laporan praktikum ini dengan judul “ Laporan Praktikum Biologi Protista ”.
Laporan praktikum ini dibuat untuk memenuhi tugas Biologi mengenai protista. Tentunya keberhasilan dalam menyusun laporan praktikum ini tidak terlepas dari bantuan berbagai pihak baik langsung maupun tidak langsung. Maka penulis juga menyampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada :
1. Ibu Sri Utaminingsih atas arahan dan bimbingannya selama berjalannya praktikum
2. Orang tua yang selalu memberikan dukungan
3. Serta teman-teman yang telah membantu dalam pelaksanaan praktikum
Akhirnya penulis menyampaikan terima kasih atas kritik dan saran terhadap laporan praktikum yang sederhana ini. Dan kami mohon sebesar-besarnya bilamana ada kesalahan dalam penulisan ini. Semoga laporan ini bermanfaat bagi yang membacanya.






Talun, 27 November 2009



Penyusun




DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR …………………………………………………….… ii
DAFTAR ISI ……………………………………………………………….....iii
BAB I PENDAHULUAN……………………………………………………..1
A. Latar Belakang Praktikum ………………………………………….....1
B. Rumusan Masalah Praktikum …………………………………………1
C. Tujuan Praktikum …………………………………………………......1
D. Manfaat Praktikum …………………………………………………....2
BAB II TINJAUAN PUSTAKA……………………………………………..3
A. Pengenalan Protista……………………………………………………3
B. Macam-macam Protista……………………………………………......3
BAB III METODELOGI PENELITIAN …………………………………….14
A. Waktu dan Tempat …………………………………………………...14
B. Jenis Penelitian ………………………………………………………14
C. Alat dan Bahan……………………………………………………….14
D. Cara Kerja …………………………………………………………...14
E. Teknik Analisa Data…………………………………………………15
BAB IV HASIL PENELITIAN…………………………………………......16
BAB V PENUTUP ………………………………………………………….19
A. Kesimpulan ………………………………………………………….19
B. Saran………………………………………………………………....19
DAFTAR PUSTAKA……………………………………………………….20









BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Praktikum
Protista merupakan organisme eukariotik organela-organela yang terdapat didalam selnya diselubungi oleh membran ( Intan Pariwara,2008 ). Selain dapat ditemukan di air laut, air tawar, atau menempel ditempat-tempat basah. Protista dapat ditemukan dengan mudah di sekitar lingkungan masyarakat.
Karena ukuran Protista terlalu kecil maka banyak orang yang tidak menyadari kehadiran mereka. Dengan melakukan kegiatan praktikum mengenai protista siswa bisa dengan mudah membedakan protista kedalam tiga subkingdom (Protozoa, Algae, Myxomycophyta), alat gerak serta berbagai bentuk dari masing-masing kategori( Henny Riandari,2009).
Dengan melakukan praktikum ini siswa bisa mengenal berbagai macam protista dan pada kelompok mana protista tersebut dikelompokkan.
Selain itu, siswa juga diajarkan untuk mengembangkan ketrampilan berfikir secara ilmiah. Jika tidak ada kegiatan praktikum siswa akan terlalu pasif dalam pembelajaran biologi khususnya mengenai protista yang sangat memerlukan eksperimen.

B. Rumusan Masalah Praktikum
Berdasarkan latar belakang yang telah dijelaskan sebelumnya, maka rumusan masalah dalam laporan ini adalah sebagai berikut :
1. Apakah didalam sebuah kentang rebus yang busuk ditemukan protista?
2. Apakah didalam air rendaman jerami, air selokan, batu kali, air kolam yang berwarna hijau ditemukan protista?
3. Bagaimana struktur tubuh dari protista Spirogyra ?

C. Tujuan Penelitian Praktikum
Untuk memberikan pengertian yang jelas tentang maksud yang terkandung dalam penulisan laporan praktikum ini perlu ada tujuan penulisan.
Tujuan penulisan yang dimaksud adalah :
1. Untuk mengetahui protista yang dapat ditemukan didalam kentang rebus yang busuk.
2. Untuk mengetahui protista yang dapat ditemukan didalam air rendaman jerami, air selokan, batu kali, air kolam yang berwarna hijau.
3. Untuk mengetahui struktur tubuh dari protista Spirogyra.


D. Manfaat Praktikum
1. Dapat menggunakan peralatan mikroskop dengan benar.
2. Untuk mengetahui lebih jelas jenis-jenis dari kingdom Protista.
3. Supaya lebih mengerti pelajaran biologi mengenai bab Protista.

















BAB II
TINJAUAN PUSTAKA

A. Pengenalan Protista
Protista merupakan organisme eukariotik uniseluler yang hidup soliter atau berkoloni. Protista dapat digolongkan menjadi protista mirip hewan (protozoa), protista mirip tumbuhan (alga) dan protista mirip jamur (jamur lendir/slame mold). Bentuk tubuh organisme golongan protista amatlah beragam. Protista memiliki cara makan yang berbeda-beda, dan dapat digolongkan dalam tiga kategori:
1. Protista autototrof, yaitu protista yang memiliki klorofil sehingga mampu berfotosintesis. Contohnya : Alga
2. Protista menelan makanan, dengan cara fagositosis melalui membran sel. Contohnya: Protozoa
3. Protista saprofit dan parasit, mencerna makanan di luar sel dan menyerap sari-sari makanannya. Contoh: jamur ( Anonim,2007)

B. Macam-macam Protista
Protista dibagi dalam tiga kelompok yaitu Protista yang menyerupai hewan (Protozoa), Protista yang menyerupai tumbuhan (Ganggang), dan Protista yang menyerupai jamur. ( Wijaya Jati, 2007 )
1. Protista Mirip Hewan (Protozoa)
Protozoa berasal dari bahasa Yunani yaitu Protos artinya pertama dan Zoon artinya hewan. Protozoa sering disebut hewan bersel satu (uniseluler). Seluruh kegiatan hidupnya dilakukan oleh sel itu sendiri melalui organel-organel yang secara fungsi analog dengan sistem organ pada hewan-hewan bersel banyak (metazoa).
Ciri-ciri Protozoa
1) Ukuran tubuh mulai dari 10 mikron-6 mm
2) Bentuk protozoa bervariasi yaitu asimetris, bilateral simetris, radial simetris dan spiral
3) Bergerak dengan flagel, pseudopodia, silia atau dengan gerakan sel itu sendiri
4) Cara hidupnya bebas, komensalisme, mutualisme, parasit
5) Cara mendapatkan makanan dibedakan menjadi : holozoik, saprofit, saprozoik,
holozoik
6) Habitatnya di tempat-tempat berair, seperti di selokan, sawah, parit, sungai, dll.

Penggolongan Protozoa
Berdasarkan alat geraknya protozoa dibedakan menjadi 5 kelas yaitu:

1) Flagellata atau Mastigophora (Yunani, mastix: cambuk, poros: membawa)
Umumnya hidup di dalam air, beberapa hidup parasit pada hewan dan manusia. Flagellata mempunyai bentuk yang tetap. Berkembangbiak dengan cara aseksual dengan pembelahan biner dan seksual dengan cara konjugasi. Berdasarkan ada tidaknya klorofil kelas flagellata dibedakan menjadi dua macam yaitu:
a. Fitoflagellata
- Flagellata yang mampu melakukan fotosintesis karena mempunyai kromatofora
- Habitat di perairan bersih dan perairan kotor
- Contohnya: Euglena viridis (mempunyai klorofil), Euglena sanguinea (mempunyai pigmen fikoeritrin/merah), Volvox globator (hidup berkoloni), Noctiluca miliaris (mengeluarkan cahaya di malam hari).
b. Zooflagellata/dinoflagellata
- Tidak mempunyai klorofil, sehingga bersifat heterotrof
- Umumnya hidup sebagai parasit pada hewan dan manusia
- Contohnya:
Nama spesiesnya Penyakit yang ditimbulkan
Tripanosoma levisi parasit pada darah tikus
Tripanosoma cruci penyebab penyakit cagas (anemia anak)
Tripanosoma evansi sakit surrah, vector lalat tabanidae
Tripanosoma brucei penyakit nagano pada ternak
Tripanosoma gabiense sakit tidur, vektor lalat tsetse (G, palpalis)
Tripanosoma rhodosiense sakit tidur, vektor lalat tsetse (G, palpalis)
Tripanosoma vaginalis keputihan pada vagina
Leishmania donovani kalaazar
Leishmania tropika penyakit kulit

2) Ciliata/Ciliophora/Infusuria
Merupakan kelas terbesar dari protozoa. Ciliata adalah hewan yang berbulu getar. Silia berfungsi untuk bergerak. Menangkap makanan dan untuk menerima rangsangan dari lingkungan. Habitat banyak di tempat berair. Mempunyai bentuk tubuh yang tetap dan tetap, dan oval. Beberapa contoh kelas ciliata:
Paramecium caudatum
o Disebut hewan sandal
o Habitat di tempat berair, sawah, rawa
o Mempunyai dua macam nukleus yaitu mikronukleus untuk reproduksi dan makronukleus untuk membantu proses fisiologis yang lain
o Mempunyai dua macam vakuola yaitu vakuola makanan berfungsi untuk membantu mencerna makanan dan vakuola kontraktil berfungsi untuk mengeluarkan sisa makanan cair
o Berkembangbiak dengan dua cara yaitu vegetatif dengan cara pembelahan biner dan generatif dengan cara konjugasi


Sumber:www.microscope-microscope.org/gallery/Mark-Si...
Gambar 2.1 Paramecium caudatum

Nyctoterus ovalis (hidup diusus kecoa, berbentuk oval mirip Paramecium sp)
Stylonichia
- Banyak ditemukan pada permukaan daun terendam air
- Bentuknya seperti siput
Balantidium coli (habitat di kolon manusia)
Stentor (bentuk seperti terompet, sesil, habitat di sawah-sawah)
Vorticella (bentuk seperti lonceng, sesil)
Didium (mangsa dari Paramecium sp)

3) Rhizopoda/Sarcodina
Bergerak dan menangkap mangsa dengan menggunakan kaki semu (ada dua macam yaitu lobodia dan filopodia). Hidup bebas di dalam air laut dan tawar. Berkembangbiak dengan cara membelah biner. Contoh-contohnya yaitu:
a. Amoeba sp
- Bentuk selalu berubah-ubah
- Habitat di air tawar
- Inti sel berfungsi untuk mengatur seluruh kegiatan yang berlangsung dalam sel
- Mempunyai vakuola makanan dan vakuola kontraktil
- Reproduksi dengan pembelahan biner
b. Contoh lain :
Nama spesies Keterangan
Entamoeba histolytica Di dalam usus halus manusia, penyebab disentri amoeba
Entamoeba coli Di dalam usus besar manusia, penyebab diare
Entamoeba gingivalis Di dalam rongga gigi, merusak gigi dan gusi
Arcella sp Memiliki kerangka luar, terdapat di air tawar
Difflugia Mempunyai selaput halus, sehingga pasir dapat menempel
Foraminifera Kerangka luar dari kapur
Radiolaria Kerangka luar dari kersik

4) Sporozoa (spora: benih, zoon : binatang)
Sporozoa adalah hewan berspora, tidak mempunyai alat gerak, bergerak dengan mengubah kedudukan tubuhnya. Hampir semua spesies ini bersifat parasit. Reproduksi dengan dua cara yaitu: vegetatif (schizogojni/pembelahan diri berlangsung dalam tubuh inang dan sporogoni/membuat spora yang berlangsung dalam tubuh inang perantara) dan generatif (melalui peleburan yang terjadi pada tubuh nyamuk). Contoh-contoh sporozoa:
a) Plasmodium vivax, penyebab penyakit malaria tertiana, masa sporulasi (2x24 jam) atau setiap 48 jam.
b) Plasmodium malariae, penyebab penyakit malaria quartana, masa sporulasi 72 jam
c) Plasmodium falcifarum, penyebab penyakit malaria tropika, masa sporulasi (1-2x24 jam)
d) Plasmodium ovale, penyebab penyakit limpa, masa sporulasi (2x24 jam), tidak terdapat di Indonesia
Daur hidup Plasmodium
Penemu daur hidup Plasmodium Laveran dan Grassi
Vektornya nyamuk Anopheles betina
Mengalami 2 fase, yaitu:
a. Fase generatif, terjadi dalam tubuh nyamuk malaria
Skema : fertilisasi ---- zigot ---- ookinet ---- oosista ---- sporozoid
b. Fase vegetatif, terjadi dalam rubuh manusia ada dua tempat yaitu:
a) Dalam hati (disebut eksoeritrositik)
Skema : sporozoid ---- skizon erytozoik ---- merozoit eryptozoik
b) Dalam darah (eritrositik)
Skema : tropozoit ---- skizon muda ---- skizon matang ---- merozoit ---- makrogamet/mikrogamet

2. Protista Mirip Tumbuhan (Alga)

Dalam sistem 5 kingdom, alga bukan nama takson dan tidak masuk dalam kingdom plantae. Alga masuk dalam kingdom protista, karena mempunyai ciri-ciri tubuh tersusun dari satu atau banyak sel, yang tidak berdiferensiasi membentuk jaringan khusus. Berdasarkan pigmen yang dikandungnya alga dibedakan manjadi 6 filum yaitu:

1) Filum Euglenophyta
Hidup di air tawar, di dalam tanah dan tempat lembab. Mempunyai ciri-ciri mirip hewan dan tumbuhan. Dianggap mirip hewan karena selnya tidak berdinding, bergerak bebas dan berbintik mata. Mirip tumbuhan karena memiliki klorofil a, b dan karotin untuk berfotosintesis.
Contoh Euglena viridis
a. Habitat di air tawar, misal di sawah atau air tergenang lainnya
b. Bentuk selnya oval, terdapat bintik mata atau stigma untuk membedakan gelap terang
c. Mempunyai satu flagel pada mulut selnya
d. Cara makan dengan fotosintesis dan memakan zat-zat organik
e. Berkembangbiak dengan pembelahan biner

2) Filum Alga Hijau (Chlorophyta)
Chlorophyta umumnya hidup di air tawar (90%) dan di laut (10%). Pigmen memiliki klorofil a, b, karotin dan xantofil, kloroplas mempunyai bentukseperti spiral, mangkuk, lembaran, bola. Tubuh bersel satu seperti benang, lembaran dan seperti tumbuhan tinggi. Reproduksi vegetatif dengan cara pembelahan biner, fragmentasi benang/koloni, pembentukan zoospora dan generatif dengan cara konjugasi, fertilisasi. Cara hidup dengan autotrof dan bersimbiosis dengan jamur membentuk lumut kerak.
Contoh Chlorophyta
Chlorophyta bersel tunggal tidak bergerak

Chlorella
a) Habitat di air tawar, air laut dan tempat yang lembab
b) Bentuk sel bulat dengan kloroplas seperti mangkuk
c) Digunakan penyelidikan metabolisme di laboratorium
d) Berperan sebagai bahan obat-obatan, bahan makanan dan bahan kosmetik

Chlorococcum
a) Bersel satu, habitat di air tawar dan tanah yang basah
b) Bentuk sel bulat telur, dengan kloroplas seperti mangkuk
c) Reproduksi dengan membentuk zoospore


Chlorophyta bersel tunggal dapat bergerak

Chlamydomonas
a) Bentuk bulat telur, dengan kloroplas seperti mangkuk dilengkapi stigma dan pirenoid (pusat pembentukan amilum)
b) Memiliki 2 flagel sebagai alat gerak
c) Terdapat 2 vakuola kontraktil
d) Reproduksi vegetatif dengan cara membentuk zoospora dan generatif dengan cara konjugasi/isogami

Chlorophyta berbentuk koloni tidak bergerak

Hydrodiction
a) Habitat di air tawar, koloninya berbentuk jala, reproduksi vegetatif dengan cara zoospora dan fragmentasi, reproduksi generatif dengan cara konjugasi.
b) Dapat diamati dengan mata telanjang
Chlorophyta berbentuk koloni dapat bergerak


Volvox globator

a) Habitat di air tawar, koloni berbentuk bola, tiap sel mempunyai 2 flagel
b) Reproduksi vegetatif dengan cara fragmentasi dan reproduksi generatif dengan cara konjugasi

Chlorophyta berbentuk benang

Spirogyra
a) Habitat di air tawar, kloroplas seperti pita spiral dan sebuah inti
b) Reproduksi generatif dengan cara fragmentasi dan generatif dengan cara konjugasi
Gambar 2.2 Spirogyra
Sumber: http://commons.wikimedia.org/wiki/File:Spirogyra_sp001.jpg


Oedogonium
a) Habitat di air tawar dan sesil, kloroplas seperti jala dan tiap sel memiliki satu nukleus
b) Reproduksi vegetatif dengan cara membentuk zoozpora berflagel banyak dan generatif dengan cara fertilisasi

Chlorophyta berbentuk lembaran

Ulva lactuva
a) Hidup menempel pada kayu atau batu-batu
b) Habitat di air asin dan air payau
c) Reproduksi vegetatif dengan cara membentuk zoospora berflagel empat dan generatif dengan cara anisogami

Sumber: http://www.bdv-aqua.fr/en/environnement.html
Gambar 2.3 Ulva lactuca
Chara
a) Habitat di air tawar dan laut, menempell pada batu-batuan
b) Bentuk talusnya seperti tumbuhan tinggi
c) Reproduksi vegetatif dengan fragmentasi dan generatif dengan fertilisasi

3) Filum Alga Keemasan (Chrysophyta)

Terdiri atas alga yang uniseluler atau multiseluler. Dibedakan dalam tiga kelas utama yaitu:

a) Kelas alga hijau-kuning (xanthophyseae)

o Pigmen yang dimiliki yaitu klorofil (hijau) dan xantofil (kuning)
o Reproduksi vegetatif membentuk zoospora, generatif dengan fertilisasi
o Contohnya: Vaucheria sp

b) Kelas alga coklat-keemasan (chrysopyceae)
o Pigmen yang dipunyai klorofil (hijau) dan karoten (pigmen keemasan), hasil fotosintesis disimpan dalam bentuk karbohidrat dan minya
o Tubuhnya ada yang uniseluler, contohnya: Ochromonas sedang ada pula yang multiseluler contonya Synura

c) Kelas diatom (bacillariophyceae)
o Banyak dijumpai di atas permukaan tanah basah, tubuhnya ada yang uniseluler dan berkoloni
o Dinding tersusun atas dua belahan yaitu kotak (hipoteka) dan tutup (epiteka)
o Contohnya : Navicula, Pinnularia, Cyclofella

4) Filum Alga Api (Pyrrophyta)

a) Disebut juga dinoflagellata, tubuhnya tersusun atas satu sel dan berdinding sel, dapat bergerak aktif, habitat di laut bersifat fosforesensi (memancarkan cahaya)
b) Sebelah luarnya terdapat celah atau alur, masing-masing mengandung satu flagel
c) Pigmennya klorofil dan coklat kekuning-kuningan, contohnya Peridium

5) Filum Alga Coklat (Phaeophyta)

a) Bentuknya seperti tumbuhan tinggi, sebagian besar hidup di laut. Tubuhnya melekat di bebatuan, sedangkan talusnya terapung di permukaan
b) Pigmennya fikosantin, klorofil a, klorofil c, violaxantin, b-karotin, diadinoxantin
c) Cadangan makanan berupa lamirin yang disimpan dalam pirenoid, ruang antar sel pada dinding selnya mengandung asam alginat (algin)
d) Reproduksi vegetatif zoospora berflagel dan fragmentasi, generatif dengan cara oogami atau isogami
e) Contohnya Sargassum muticum (gulma laut), Fucus serratus, Macrocystis pyrifera (alga raksasa), Turbinaria decurrens

Sumber: http://eol.org/pages/893131
Gambar 2.4 Fucus serratus

6) Filum Alga Kemerahan (Rhodophyta)

Habitat sebagian besar di laut (rumput laut) dan sebagian kecil di air tawar
Pigmen klorofil a, b dan fikoeritrin, karoten
Reproduksi vegetatif membentuk tetraspora dan generatif dengan cara oogami
Contohnya : Carollina., Palmaria, Batrachospermum moniliforme, Gelidium (agar-agar), Gracilaria, Euchema (kosmetik), Scinaia furcellata

Manfaat
a.)Bibang perikanan (sebagai makanan ikan yaitu fitoplankton dan zooplankton)
b.)Bidang pertanian (Rumput laut untuk pupuk dipesisir)
c.)Ekosistem perairan (sebagai produsen primer)
d.)Bidang industri (tanah diatom untuk amplas, isolasi, bahan dasar kaca)
e.)Bahan dasar makanan : Gelidium (agar-agar), Chondrus (minuman coklat), alginat (bahan campuran es krim), Porphyra (makanan)
f.)Bahan obat-obatan (Chlorella)

3. Protista Mirip Jamur (Jamur Protista)

Protista mirip jamur tidak dimasukkan ke dalam fungi karena struktur tubuh dan cara reproduksinya berbeda. Jamur protista dibedakan menjadi dua macam yaitu:

a. Filum Jamur Lendir (Myxomycota)

a) Habitat di hutan basah, batang kayu yang membusuk, tanah lembab, kayu lapuk
b) Struktur tubuh vegetatif berbentuk seperti lendir atau plasmodium, yang berinti banyak dan bergerak seperti Amoeba
c) Fase hidupnya ada dua fase yaitu fase hewan (fase berbentuk plasmodium) dan fase tumbuhan (fase plasmodium mengering membentuk tubuh-tubuh buah yang bertangkai)
d) Reproduksi vegetatif dengan cara plasmodium dewasa membentuk spora dan generatif dengan cara peleburan spora kembara (myxoflagella, mempunyai 1 inti dan 2 flagel), yang akan membentuk zigot yang kemudian akan membentuk plasmodium.

b. Filum Jamur Air (Oomycota)

a) Hifa tidak bersekat, bersifat senositik (intinya banyak), dinding sel dari selulosa
b) Reproduksi vegetatif dengan cara membentuk zoospora, yang memiliki 2 flagel dan generatif dengan cara fertilisasi yang akan membentuk zigot yang tumbuh menjadi oospora.Contohnya : Saprolegnia (parasit pada telur ikan), Phytophthora (parasit pada tanaman kentang), Phytium (penyebab busuknya kecambah dan busuk akar)


Sumber: http://kentsimmons.uwinnipeg.ca/16cm05/16labman05/lb2pg2.htm
Gambar 2.5 Saprolegnia

BAB III
METODELOGI PENELITIAN
A. Waktu dan Tempat
Penelitian ini dilakukan di ruang kelas X-7 SMAN 1 TALUN pada tanggal 14 November 2009 pukul 07.00-8.30 WIB.
B. Jenis Penelitian
Jenis penelitian yang digunakan dalam pembuatan laporan praktikum ini adalah penelitian eksperimen. Penelitian eksperimen memiliki sifat merupakan fakta, objektif, dan teliti terhadap sesuatu yang sedang diteliti.
C. Alat dan Bahan
Alat yang digunakan dalam penelitian ini yaitu:
1. Mikroskop
2. Pipet
3. Pensil berwarna tissue
4. Jarum pentul (3)
5. Gelas aqua (5)
6. Objek glass
7. Cover glass
Bahan yang harus disediakan/disiapkan yaitu :
1. Air kolam yang berwarna hijau
2. Air rendaman jerami
3. Spirogyra
4. Kentang rebus busuk
5. Air selokan
6. Batu kali
D. Cara Kerja
1. Siapkan beberapa gelas aqua
2. Teteskan ± 1-2 bahan keatas objek glass dengan menggunakan pipet lalu tutup dengan cover glass secara hati-hati.
3. Amati dibawah mikroskop diawali dengan menggunakan perbesaran lemah.
4. Setelah objek ditemukan maka tambahkan perbesaran dengan memutar micrometer atau memutar lensa objektif ke perbesaran yang lebih besar pada mikriskop.
5. Lalu gambar objek yang telah ditemukan dengan menggunakan pensil berwarna.
6. Jika pengamatan sudah selesai maka objek glass dan cover glass dibersihkan dengan tissue.
E. Teknik Analisa Data
Analisa data dilakukan dengan cara meneliti eksperimen yang telah dilakukan. Dari hasil yang diperoleh beberapa kesimpulan bahwa telah ditemukan beberapa jenis protista yaitu paramecium, amoeba, volvox, spiriluna, akinet dll









BAB IV
HASIL PENELITIAN

Hasil penelitian dari kegiatan praktikum yang dilaksanakan pada tanggal 14 November 2009 yang bertempat di ruang kelas X-7 SMAN 1 TALUN adalah :

No. Gambar Asli Hasil Praktikum
1. Di dalam air kolam

- Akinet

- Euglena

- Volvox
- Paramecium
-amoeba

Air rendaman jerami
- Paramecium
- Spirogyra


Kentang Rebus busuk
-Volvox

Air selokan
- Paramecium
- Vorticella
- Chlamydomonas

Air kerokan batu kali
- Euglena









BAB V
PENUTUP

A. Kesimpulan
Berdasarkan hasil kegiatan praktikum yang telah dilakukan maka diperoleh hasil sebagai berikut :
1. Di dalam kentang rebus yang busuk ditemukan protista yaitu volvox spesies ganggang hijau yang berbentuk koloni. Koloni volvox berbentuk seperti bola.
2. Di dalam air rendaman jerami ditemukan jenis protista yaitu paramecium yang bentuknya seperti sandal dan mempunyai bulu getar.
3. Di dalam air selokan ditemukan berbagai jenis protista yaitu paramecium, amoeba, dll
4. Spirogyra merupakan jenis chlorophyta yang berbentuk benang (filamen). Dan mempunyai kloroplas berbentuk pita melingkar (spiral). Berkembang biak secara konjugasi.
B. Saran
1. Supaya siswa lebih mengenal berbagai jenis protista
2. Proses belajar tidak jenuh
3. Supaya siswa lebih terampil dalam berfikir ilmiah.




DAFTAR PUSTAKA
1.______, 2008. Biologi Untuk SMA/MA Kelas X Semesteri1, Klaten, Intan Pariwara.
2. Jati, Wijaya, 2007. Aktif Biologi Pelajaran Biologi untuk SMA/MA Kelas X, Jakarta,Ganeca.
3.Riandari, Henny,2009. Theory and Application of Biology, Solo, Tiga Serangkai.
4.Anonim,2007.Protista.http://materipelajaran.blogspot.com/2007/11/protista.html
5.Anonim,2002.Paramecium.www.microscope-microscope.org/gallery/Mark-Si...
6.Keisotyo,2006.Spirogyrasp001.http://commons.wikimedia.org/wiki/File:Spirogyra_sp001.jpg
7.Anonim,___.Environment.http://www.bdvaqua.fr/en/environnement.html
8.Aninom,2009.Fucus Serratus Linnaeus.http://eol.org/pages/893131
9.Anonim,2006.Lab Manual Online. http://kentsimmons.uwinnipeg.ca/16cm05/16labman05/lb2pg2.htm

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

2 komentar:

sky mengatakan...

bagus bgt.........

ngopy dkit ye,,,,,,,,,,

baek dah,,, hhehe...........

ERISON CAESAR mengatakan...

Thanks for sharing :)
materinya sangat membantu..

visit my page :http://erisoncs.student.ipb.ac.id

Poskan Komentar